Arti dan Makna Al-Intisab

Oleh: Ahmad Djuwaeni )[1]
AL-INTISAB adalah landasan ideal organisasi Persatuan Umat Islam (PUI). Ia berfungsi sebagai doktrin amaliyah yang melandasi semua garis kebijaksanaan dan program organisasi.
Untuk memahami makna al-intisab dapat ditinjau dari dua segi, etimologi (bahasa) dan terminologi (istilah atau definisi).

Arti Al-Intisab Secara Etimologi
Kata al-Intisab (الانتساب) adalah kata mashdar (kata benda abstrak) dari kata asal intasaba (انتسب), dalam pola kata ifta’ala (افتعل) dengan susunan kalimat lazim (inversi), berarti yang menjadikan keturunan atau yang menghubungkan diri dengan seseorang, atau hubungan menurut garis keturunan.
Kata intisaba (انتسب) sama dengan kata I’tazza (اعتزى) dan Intama (انتمى). Contoh seperti kata I’tazza ilaa fulaanin (اعتزى الى فلان) atau intama ilaa fulaanin (انتمى الى فلان) yang artinya sama yaitu menghubungkan diri dengan si fulan (seseorang). Kedua kata tersebut mempunyai arti yang sama dengan kalimat intisaba ilaa fulaanin (انتسب الى فلان) atau sama dengan kalimat intama ilaihi ilaa al-syaii الشيء) انتمى اليه الى), yang artinya menghubungkan diri kepadanya atau kepada sesuatu.[2]
Kata intasaba (انتسب) maksudnya sama dengan kata dzakara ilaa fulaanin (ذكر إلى فلان)[3] artinya menghubungkan diri dengan si fulan sebagai keturunannya. Contoh lain seperti kalimat I’tazza ilaa abiihi (اعتزى الى ابيه) yang artinya menghubungkan diri dengan keturunan bapak Kata intisaba berarti pula affiliation (menggabungkan) atau membership (menjadi anggota) Hans Wehr berpendapat bahwa kata intisaba (انتسب ) dalam arti affiliation, yaitu tingkat  keterikatan  yang  tidak  ketat. Misalnya, seorang  mahasiswa  keterikatannya dengan  suatu  lembaga  formal  tidak  secara  ketat  dengan kalimat thaalibun bi al-intisab (طالب بالانتساب) artinya studently affiliation, yakni seseorang yang belajar secara irregular, sedangkan yang disebut mahasiswa penuh (aktif) secara regular dinyatakan dengan al-intizham (الانتظام). Kedua-duanya sama sebagai mahasiswa disebuah lembaga pendidikan tinggi formal namun statusnya berbeda.[4]

Pengertian al-intisab (الانتساب) secara khusus dinisbatkan kepada keluarga lain, dalam arti  keturunan darah karenan suatu kepentingan. Oleh karena itu, al-intisab الانتساب)) dapat digunakan dalam kaitan dengan suatu kelembagaan. Jadi bila seseorang berintisab, berarti orang

[1] Ahmad Djuwaeni semasa hidupnya adalah dosen IPB dan UIKA Bogor.  Almarhum merupakan Sekretaris Dewan Pembin PP PUI (2004-2009). Sejak Pemuda PUI didirikan 1960-an, beliau sudah aktif (hingga 2009) dan menjadi binaan KH. Anwar Saleh Ketua Umum pertama Pemuda PUI. Tulisan ini merupakan ringkasan dari Disertasinya tentang Intisab PUI.
[2] Jibran Mas’ud, Al-Raid Mu’jam Lughawi ‘Ashiry. Daar al-Ilmi al-Malayin, Beirut, 1963, hal 250
[3] Ibid. hal 247
[4] Penulis mencoba menelaah dari beberapa kamus, ternyata kata al-intishab (                   ) Wehr. A Dictionary of Modern Writen Arabic. Ithaca, New York, 1976, hal 960.
Share this article :

Share on Google Plus

Tentang HIJAR PUI PUSAT

Pengurus Pusat Himpunan Pelajar Persatuan Ummat Islam
    Google+ Comment
    Facebook Comment